Jumat, 12 Januari 2018

CERITA

Cerita ini tentang ku, tentang aku yang merasa lemah, tentang aku yang merasa lumpuh. Aku memikul ini sendiri karena ini jalanku. Aku merasa tiada orang yang peduli tentangku. Aku berteriak sekencang-kencangnya sampai aku merasa bumi yang ku pijak bergetar karna suara terikanku ini. Tapi itu semua percuma, karena tak satupun yang mendengar teriakanku. Tidak seorangpun menghiraukan keluhanku.
            Disinilah aku merasa mati. Mati, mati, mati. Aku mati jalan, aku merasa jalanku buntu. Setiap jalan setapak yang aku lewati, semuanya gelap, sunyi, tidak satupun orang yang berlalu lalang. Jalan-jalan itu tidak memiliki saluran. Jalan itu menghentikan langkahku.
Aaaaaahhh!!!!
Teriak, tak berharga
Hanya terdengar di telinga
Takkan ada yang peduli
            Semua teriakan ku hanya terdengar di telingaku. Disanalah aku sadar bahwa aku hidup sendiri. Semua hanya hinggap sementara saja kepadaku. Aku merasa aku tidak dibutuhkan untuk hidup disini. Tapi mungkinkah aku mengahiri semua ini?!
Hmmmmm
Hela nafas tak bermakna
Ku kira hanya sementara
            Terkadang aku bosan akan hidup ini,terkadang aku jenuh dengan perjalan ini. Hela nafasku tak pernah berhenti. Setiap detik, setiap menit, bahkan setiap jejak langkahku ini. Berusaha untuk menghibur diri bahwa semua ini hanya iklan yang tiba tiba nongol dan nanti akan tiba tiba hilang dengan sendirinya. Tapi aku salah, aku tidak mengerti semua ini. Aku hanya bisa berharap atas segalanya.
            Hmmmmm,,,begitulah aku mengeluh akan hidupku ini. Aku merasa bahwa didunia ini hanya aku yang menanggung hal serupa ini. Aku mengira bahwa hanya aku yang paling menderita. Aku hanya memandng keatas dan aku lupa untuk melihat kebawah. Sampai akirnya aku terjerumus ke bukit yang begitu dalam.
Hahahahahaha
Sembunyi dibalik tawa yang menyiksa
Tidak akan pernah ada yang kan bertanya
            Tertawa….iya aku juga bisa tertawa. Tawaku membawaku untuk menyebrangi orang lain. Tawaku hanya untuk memberikan kesan bahwa aku tidak semenderita itu. Aku berusaha menghibur diri. Agar semua ini tidak menenggelamkan ku semakin dalam. Aku hanya bisa sembunyi dibalik bibir menganga yang suaranya terkadang membuat risih orang lain. Tapi apalah arti tawa bagiku, aku hanya bersembunyi dibalik tawa.
Sudahlah
Semua hanya cerita

Ini semua hanya cerita, cerita yang kita sendiri tidak akan pernah tau akhirnya. Semua hanya bergantung kepada diri kita. Seberapa baik kita mengatur jalannya cerita kita. Seberapa rapih kisah itu kita tuliskan. Semua hanya akan berbalik kepada kita masing masing. Akhir dari cerita akan indah apabila kita menginginkannya.

(Malam semu, 2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU INGIN TUBUHMU

Oleh : L.H.F. Boleh aku menyutubuhimu Dengan ke-tidak tahuanmu Aku ingin Sumpah! Aku sangat ingin tubuhmu ...