Cerita
ini tentang ku, tentang aku yang merasa lemah, tentang aku yang merasa lumpuh.
Aku memikul ini sendiri karena ini jalanku. Aku merasa tiada orang yang peduli
tentangku. Aku berteriak sekencang-kencangnya sampai aku merasa bumi yang ku
pijak bergetar karna suara terikanku ini. Tapi itu semua percuma, karena tak
satupun yang mendengar teriakanku. Tidak seorangpun menghiraukan keluhanku.
Disinilah aku merasa mati. Mati,
mati, mati. Aku mati jalan, aku merasa jalanku buntu. Setiap jalan setapak yang
aku lewati, semuanya gelap, sunyi, tidak satupun orang yang berlalu lalang.
Jalan-jalan itu tidak memiliki saluran. Jalan itu menghentikan langkahku.
Aaaaaahhh!!!!
Teriak, tak berharga
Hanya terdengar di telinga
Takkan ada yang peduli
Semua teriakan ku hanya terdengar di
telingaku. Disanalah aku sadar bahwa aku hidup sendiri. Semua hanya hinggap
sementara saja kepadaku. Aku merasa aku tidak dibutuhkan untuk hidup disini.
Tapi mungkinkah aku mengahiri semua ini?!
Hmmmmm
Hela nafas tak bermakna
Ku kira hanya sementara
Terkadang aku bosan akan hidup
ini,terkadang aku jenuh dengan perjalan ini. Hela nafasku tak pernah berhenti.
Setiap detik, setiap menit, bahkan setiap jejak langkahku ini. Berusaha untuk
menghibur diri bahwa semua ini hanya iklan yang tiba tiba nongol dan nanti akan
tiba tiba hilang dengan sendirinya. Tapi aku salah, aku tidak mengerti semua
ini. Aku hanya bisa berharap atas segalanya.
Hmmmmm,,,begitulah aku mengeluh akan
hidupku ini. Aku merasa bahwa didunia ini hanya aku yang menanggung hal serupa
ini. Aku mengira bahwa hanya aku yang paling menderita. Aku hanya memandng
keatas dan aku lupa untuk melihat kebawah. Sampai akirnya aku terjerumus ke
bukit yang begitu dalam.
Hahahahahaha
Sembunyi dibalik tawa yang menyiksa
Tidak akan pernah ada yang kan
bertanya
Tertawa….iya aku juga bisa tertawa.
Tawaku membawaku untuk menyebrangi orang lain. Tawaku hanya untuk memberikan
kesan bahwa aku tidak semenderita itu. Aku berusaha menghibur diri. Agar semua
ini tidak menenggelamkan ku semakin dalam. Aku hanya bisa sembunyi dibalik
bibir menganga yang suaranya terkadang membuat risih orang lain. Tapi apalah
arti tawa bagiku, aku hanya bersembunyi dibalik tawa.
Sudahlah
Semua hanya cerita
Ini
semua hanya cerita, cerita yang kita sendiri tidak akan pernah tau akhirnya.
Semua hanya bergantung kepada diri kita. Seberapa baik kita mengatur jalannya
cerita kita. Seberapa rapih kisah itu kita tuliskan. Semua hanya akan berbalik
kepada kita masing masing. Akhir dari cerita akan indah apabila kita
menginginkannya.
(Malam semu, 2017)